Jumat, 06 Agustus 2021

MENDAMBAKAN PEMIMPIN PEDULI

YANG BISA MEMBUAT KOKOH KEBERSAMAAN ADALAH ATASAN,
DALAM PEMBINAANNYA SENANTIASA WAJIB MEMBERIKAN CONTOH TELADAN YANG BAIK
DALAM PEDOMAN BERPERILAKU, JIKA ATASAN BERPERILAKU BAIK BAWAHAN AKAN IKUTI JEJAK BAIKNYA.
JIKA ATASANNYA TIDAK BAIK, BAWAHANNYAPUN AKAN MENGIKUTI JEJAK YANG TIDAK BAIK PULA,
KATA PEPATAH CONTOH LEBIH MUJARAB DARI PADA PERINTAH.

HUBUNGAN ATASAN BAWAHAN
Bawahan adalah pelaksana tugas pekerjaan yang senantiasa menjaga agar energi listrik terpelihara, supaya tetap tersalur dengan baik, sehingga KWH siang malam terus berputar.
Energinya stabil menerangi jagad ini, tidak sering terjadi pemadaman, tentu akan menguntungkan perusahaan, pendapatan bisa meningkat.
Fakta dalam pelaksanaan pekerjaan dimasa lalu korban meninggal dan cacat fisik adalah bawahan.
Adakah riwayat sebagai Atasan meninggal dengan sabuk pengaman yang mengikat pada isolator menggelantung diatas tower saat pelaksanaan pekerjaan, fakta dilapangan yang terjadi Bawahanlah yang menjadi korbannya.

Bawahan itu penurut jika mampu, diperintah apa saja mau...., bahkan di eks Sektor Ketenger, fakta menunjukan diperlakukan sewenang-wenang, tidak adil.  selama bekerja merasa tidak melakukan pelanggaran disiplin dinilai dibawah standar yang berakibat peringkatnya lambat dibandingkan dengan pegawai yang nilai kinerjanya normal sesuai standar, bahkan ada rekan sekerja selama 30th bekerja tidak pernah naik peringkat.

Karena setiap orang dilindungi undang-undang maka senantiasa bersabar sambil berdo’a dengan ambil nafas dalam2 menunggu kepedulian penegak keadilan agar meng-evaluasi lalu memperlakukannya dengan adil. 

Hidupnya dalam bekerja senatiasa susah payah sering diinjak kariernya dengan nilai “a”, di cemooh direndahkan selama bekerja dengan nilai dibawah standar dianggapnya tidak mampu bekerja oleh Atasan arogan, yang meng klaim bahwa dirinyalah yang lebih berhak karirnya berkembang, lupa bahwa dalam penilain karir itu ada aturannya.

Lupa falsafah hidup wajib peduli sesama, kita ini di perusahaan bekerjasama saling mendukung yang senantiasa membutuhkan jasa tenaga dan pikiran orang lain, tidak bisa bekerja sendirian yang hanya untuk kepentingan meningkatkan karir Atasan saja, Bawahan pun juga berhak dihargai jerih payahnya.
Se-pintar2nya Atasan bahkan mungkin dengan sederet titel sekalipun, tanpa kepedulian berbagi dengan Bawahan dalam mengelola perusahaan dapat dipastikan mustahil bisa tujuannya akan terwujud.
Suatu contoh, saat membangun tower darurat lokasi didesa Cimohong dalam pelaksanaan pekerjaan memindah penghantar ke tower darurat, tujuannya untuk mengatasi longsor yang terjadi pada tower permanen.
Para petugasnya adalah pegawai golongan rendah dari tamatan SD namun mampu mewujudkan berdirinya tower darurat setinggi kurang lebih 25m, yang siap dibebani penghantar pindahan dari tower permanen, mampukah dilakukan seorang diri, orang pintar akan mengatakan nonsen bisa terwujud jika tanpa bekerjasama melibatkan Bawahan untuk pelaksanaannya.

KEMANUSIAAN.
Atasan dan Bawahan, apabila digambarkan sebagai anggota tubuh manusia, meliputi Kepala, tangan dan kaki masing-masing mempunyai fungsi.
Kepala sebagai atasan fungsinya untuk memikir langkahnya kedepan.
Tangan dan Kakinya sebagai Bawahan yang berfungsi untuk melaksanakan pekerjaan atas perintah kepala.
Anggota tubuh antara kepala, kaki dan tangan mempunyai syaraf yang saling berhubungan, jika kakinya luka berdarah akibat terpeleset, otomatis bagian yang terluka akan terasa sakit pula dan mulutnya yang ada dibagian kepala akan mengatakan sakit, jika dirasakannya sakit sekali, matanya yang ada dibagian kepala akan menangis meneteskan airmatanya.
Begitulah seharusnya Pimpinan Perusahaan jika digambarkan sebagai organ tubuh manusia syarafnya saling berhubungan erat, jika bawahannya sakit matanya yang ada dikepala akan menangis. Maka tidak akan tega melukai anak buahnya dengan nilai Dibawah Standar karena satu organ tubuh dirinya pun akan merasakan sakitnya pula.

Apabila kejadian lebih parah lagi kakinya terpotong akibat tergilas roda keretaapi akan teramat kesakitan maka mulutnya meraung-raung, meminta pertolongan segera untuk dibawa kerumah sakit, apabila orang beriman mulutnya mengucap istighfar mohon ampunan kepada Tuhan YME sambil berupaya mengatasinya supaya segera mendapat pertolongan.
Gambaran tersebut artinya sebagai Pimpinan segera berupaya untuk memulihkan kekecewaan jangan sampai anak buahnya berlarut-larut merasa kecewa karena dinilai dibawah standar setiap tahun kenaikan berkala.

Sebagai manusia akan merasa kesakitan apabila disakiti maka janganlah menyakiti orang lain tanpa sebab asal-muasalnya.  Atasan yang sehat jasmani-rohaninya, otomatis tidak akan melakukan perbuatan untuk melukai perasaan hati bawahannya.
Dengan demikian sebagai kepala di Perusahaan tidak akan tega bawahannya dinilai a (DS. Dibawah Standar), tanpa alasan yang jelas, apalagi secara terus menerus setiap tahun kenaikan berkala.

Sebagai kepala yang taat asas dan punya rasa tanggungjawab tentu akan menyaring sudah tepatkah menilai Dibawah Standar kepada bawahannya.
Itulah makna Kemanusiaan yang wajib diamalkan oleh setiap anggota perusahaan, dimana setiap pegawai wajib melaksanakan tugasnya sebagai warganegara dan pegawai dengan baik, setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD. 1945, Negara, Pemerintah dan Perseroan. 
Kesimpulannya jangan sakiti orang lain, karena dirinya pun akan merasasakan sakit pula apabila disakiti, itulah prinsip dalam kehidupan manusia beradab.
Dengan demikian tidak ada alasan yang tepat untuk tidak peduli kepada bawahan, apalagi membencinya, agar berimbang berkaitan dalam hal pekerjaan ada kewajiban memberi perintah dan menerima perintah, supaya memahami perintahnya agar tidak terjadi miskomunikasi yang berakibat fatal karena bekerja dilistrik berisiko tinggi.
Seharusnya saling berkomunikasi dengan baik supaya dapat dicapai susana kerja yang kondusif, nyaman demikianlah seharusnya suasana kerja dalam perusahaan.
Maka pernyataan Prinsip potensi insani menjadi secara nyata diamalkan, seperti yang tertuang pada buku panduan Budaya Perusahaan :
Mengakui hak-hak anggota perusahaan, memberikan perlindungan kerja sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan serta membangun komunikasi dua arah yang akrab antara unsure pimpinan dan anggota perusahaan.
Jika terjadi diskriminasi dalam penilaian karena kebencian, maka apa yang telah diperbuat oleh Atasan kepada Bawahan adalah bukanlah melakukan pembinaan yang baik sebagaimana yang diamanatkan Perusahaan, melainkan perbuatan semena-mena, arogan yang tidak bisa ditolerir, atasan telah berlaku tiran, wajib mempertanggungjawabkannya apapun konsekwensinya, tidak bisa melenggang begitu saja.
Wajib klarifikasi apa penyebabnya agar semua orang mengetahui karena telah berbuat aniaya kepada orang tak bersalah, Bawahan itu tak berdaya tidak mungkin serta merta secara fisik melawan Atasannya, bisanya hanya geram didalam hati.
Fakta yang terjadi sejak awal bekerja ada masalah hingga pensiun mengadukan permasahannya melalui jalur internal tidak ada yang mempedulikannya. Bahkan sejak lahirnya Serikat Pekerja yang wajib melakukan pembelaan hingga kini tidak meliriknya.

Bawahan mahluk lemah, mudah dijajah, gampang dinjek layaknya rumput yang tumbuh sebatas dibawah telapak kaki.
Bawahan itu mitra kerja, jika mampu disuruh apapun mau, Atasan dan Bawahan, merupakan komponen saling melengkapi, satu kesatuan utuh yang masing2 mempunyai peran untuk dapat berkreasi mengelola perusahaan menuju perusahaan bonafide.
Mungkinkah dalam pengelolaan perusahaan tanpa jiwa kebersamaan, untuk saling bahu-membahu, antara Atasan dan Bawahan, akan tercapai tujuannya.
Tanpa hal tersebut melainkan yang terjadi adalah tirani, mau menang sendiri, merasa lebih hebat menjadi berbuat semena-mena, mengabaikan peraturan yang ada.
Jika Atasan dan Bawahan diibaratkan sebagai komponen motor, maka yang berada dibawah adalah roda, apabila komponen tidak terhubung dengan baik apakah bisa berjalan motor tanpa roda, dengan kondisi roda ban tanpa angin, bisakah motor berjalan sampai tujuan?
Maka apabila digambarkan sebagai komponen motor seharusnyalah Atasan solid untuk saling melengkapi supaya bisa mencapai tujuan.

PEMIMPIN YANG PEDULI:
Kami terkesan pikiran2 beliau Bapak Kuntoro Mangun Subroto saat menjadi Dirut PLN mensosialisasikan ke-Unit2 melalui vcd bahwa:
Anak buah anda adalah orang anda, harus paling berterima kasih, karena dialah yang membuat kita bisa bekerja dengan lebih baik.
Komunikatif sampaikanlah pikiran-pikiran, berikanlah pengetahuan, berikanlah arahan-arahan kepada anak buah anda,
Semua pemimpin harus membuat anak buahnya pandai. Pemimpin yg baik itu, kalau membuat anak buahnya lebih pandai daripada dirinya, jangan takut diganti sama anak buah yg pandai, karena kalau anda menjadi pemimpin yg baik sedemikian, sehingga lebih baik, karena mempunyai anak buah yg pandai, anda akan dipromosikan karena anda adalah pemimpin yg baik.
Jadi jangan bodohi anak buah anda, tidak boleh ada sikap masa bodoh di perusahaan ini.
........Kalau ada mesin yg kotor siapapun bersihkanlah mesin itu, saya tidak ingin melihat kantor2 yg kotor, saya tidak ingin melihat komputer yg berdebu, saya tidak ingin melihat gudang yg kotor, tidak ada tempat yg kotor di perusahaan ini. Karena kotor itu secara fisik adalah suatu hal yg awal sekali dimana kemudian unjungnya nanti adalah pikiran yg kotor, jadi tidak boleh ada yg kotor diperusahaan ini.

Demikian sebagai bawahan selama bekerja merasa dilindas karirnya nilai a dalam waktu 7th dan 6th, (bisa dilihat pada biodata pegawai), upaya-upaya mengadukan permasalahannya tidak ada jawaban maupun tindak lanjutnya, saat itu di th. 2000 an merasa terharu dengan pernyataan Beliau bahwa: Anak buah anda adalah orang anda, harus paling berterima kasih, karena dialah yang membuat kita bisa bekerja dengan lebih baik......
... Jadi jangan bodohi anak buah anda, tidak boleh ada sikap masa bodoh di perusahaan ini.
........Kalau ada mesin yg kotor siapapun bersihkanlah mesin itu, saya tidak ingin melihat kantor2 yg kotor, saya tidak ingin melihat komputer yg berdebu, saya tidak ingin melihat gudang yg kotor, tidak ada tempat yg kotor di perusahaan ini. Karena kotor itu secara fisik adalah suatu hal yg awal sekali dimana kemudian unjungnya nanti adalah pikiran yg kotor, jadi tidak boleh ada yg kotor diperusahaan ini.
  
Selama bekerja baru mendengar dan melihat vcd yang membuat hati ini lega mendapatkan pemimpin yang peduli anak buah...
Berupaya bertahun-tahun untuk menyampaikan masalah bahkan meminta pembelaan SP-PLN tidak digubris, dengan adanya berita di th 2000 an, tepatnya tanggal 13 Januari th.2000 Pemerintah menunjuk Kuntoro Mangun Subroto sebagai Direktur Utama PT.PLN, pucuk pimpinan baru PT.PLN yg menggantikan pejabat lama Adisatria dikenal banyak kalangan sebagai figur profesional yang bersih, disegani dan dinilai sukses memimpin beberapa BUMN dimasa lalu. Terakhir dalam menangani  PT. Timah, meski dengan kebijakan PHK besar-besaran terhadap Karyawan kelangsungan hidup PT. Timah berhasil dipertahankan.
Namun langkah yg diambil Kuntoro di PT. Timah tampaknya menimbulkan kecemasan dikalangan Karyawan PT.PLN.
setelah melihat vcd soaialisasi pandangan Dirut PT.PLN yang baru, perasaan hati ini bangkit ada rasa gembira disertai harapan bisa dicapainya, kesejahteraan bagi karyawan bawahan.
menjadi sangat kecewa karena hanya menjabat seumur jagung, belum sempat mengadukan permasalahan dengan harapan dapat dicapai solusinya.
Rupanya karyawan PLN benar2 takut kebijakannya ditantang kemampuannya untuk bersaing menunjukan etika kerja, profesionalisme, peduli, sadar biaya, pragmatik, komunikatif,  apalagi diajak memangkas koruptor2 yang merusak perusahaan ini. Rupanya belum siap untuk melakukan itu semua.

Kami bawahan bangga bersyukur kedatangan pemimpin yang dikenal banyak kalangan figur profesional, bersih, kami bawahan niatnya benar2 beriktikad baik, jujur dan siap mendukung dengan semangat bekerja keras. Namun pupus setelah beliau tidak lagi menjambat, permasalahan kami sampai kini kembali lagi tidak ada yang menggubris.
Ingin bangkit rasanya, tapi mendengar bembicaraan kanan kiri tampaknya tidak cerah, mendengar pergantian Dirut baru...rupanya para karyawan takut kena PHK.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar