YANG BISA MEMBUAT KOKOH KEBERSAMAAN ADALAH ATASAN,
DALAM PEMBINAANNYA SENANTIASA WAJIB MEMBERIKAN CONTOH TELADAN
YANG BAIK
DALAM PEDOMAN BERPERILAKU, JIKA ATASAN BERPERILAKU BAIK
BAWAHAN AKAN IKUTI JEJAK BAIKNYA.
JIKA ATASANNYA TIDAK BAIK, BAWAHANNYAPUN AKAN MENGIKUTI JEJAK YANG TIDAK BAIK PULA,
KATA PEPATAH CONTOH LEBIH MUJARAB DARI PADA PERINTAH.
HUBUNGAN ATASAN BAWAHAN
Bawahan adalah pelaksana tugas pekerjaan yang senantiasa
menjaga agar energi listrik terpelihara, supaya tetap tersalur dengan baik, sehingga KWH siang malam terus berputar.
Energinya stabil menerangi jagad ini, tidak sering terjadi pemadaman, tentu akan menguntungkan perusahaan, pendapatan bisa meningkat.
Fakta dalam pelaksanaan pekerjaan dimasa lalu
korban meninggal dan cacat fisik adalah bawahan.
Adakah riwayat sebagai Atasan meninggal dengan sabuk
pengaman yang mengikat pada isolator menggelantung diatas tower saat
pelaksanaan pekerjaan, fakta dilapangan yang terjadi Bawahanlah yang menjadi
korbannya.
Bawahan itu penurut
jika mampu, diperintah apa saja mau...., bahkan di eks Sektor Ketenger, fakta
menunjukan diperlakukan sewenang-wenang, tidak adil. selama bekerja merasa tidak melakukan pelanggaran disiplin dinilai dibawah standar
yang berakibat peringkatnya lambat dibandingkan dengan pegawai yang nilai kinerjanya normal sesuai standar, bahkan ada rekan sekerja selama 30th bekerja tidak pernah naik peringkat.
Karena setiap orang dilindungi undang-undang maka senantiasa bersabar sambil berdo’a dengan ambil nafas dalam2 menunggu
kepedulian penegak keadilan agar meng-evaluasi lalu
memperlakukannya dengan adil.
Hidupnya dalam bekerja senatiasa susah payah sering diinjak kariernya dengan nilai “a”, di cemooh direndahkan selama bekerja dengan nilai dibawah standar dianggapnya tidak mampu bekerja oleh Atasan arogan, yang meng klaim bahwa dirinyalah yang lebih berhak karirnya berkembang, lupa bahwa dalam penilain karir itu ada aturannya.
Lupa falsafah hidup wajib peduli sesama, kita ini di
perusahaan bekerjasama saling mendukung yang senantiasa
membutuhkan jasa tenaga dan pikiran orang lain, tidak bisa bekerja
sendirian yang hanya untuk kepentingan meningkatkan karir Atasan saja, Bawahan
pun juga berhak dihargai jerih payahnya.
Se-pintar2nya Atasan
bahkan mungkin dengan sederet titel sekalipun, tanpa kepedulian berbagi dengan Bawahan
dalam mengelola perusahaan dapat dipastikan mustahil bisa tujuannya akan
terwujud.
Suatu contoh, saat
membangun tower darurat lokasi didesa Cimohong dalam pelaksanaan pekerjaan
memindah penghantar ke tower darurat, tujuannya untuk mengatasi longsor yang
terjadi pada tower permanen.
Para petugasnya adalah
pegawai golongan rendah dari tamatan SD namun mampu mewujudkan berdirinya tower
darurat setinggi kurang lebih 25m, yang siap dibebani penghantar pindahan dari
tower permanen, mampukah dilakukan seorang diri, orang pintar akan mengatakan
nonsen bisa terwujud jika tanpa bekerjasama melibatkan Bawahan untuk pelaksanaannya.
KEMANUSIAAN.
Atasan dan Bawahan, apabila
digambarkan sebagai anggota tubuh manusia, meliputi Kepala, tangan dan kaki
masing-masing mempunyai fungsi.
Kepala sebagai atasan fungsinya
untuk memikir langkahnya kedepan.
Tangan dan Kakinya
sebagai Bawahan yang berfungsi untuk melaksanakan pekerjaan atas perintah
kepala.
Anggota tubuh antara
kepala, kaki dan tangan mempunyai syaraf yang saling
berhubungan, jika kakinya luka berdarah akibat terpeleset, otomatis bagian yang
terluka akan terasa sakit pula dan mulutnya yang ada dibagian kepala akan mengatakan
sakit, jika dirasakannya sakit sekali, matanya yang ada dibagian kepala akan menangis
meneteskan airmatanya.
Begitulah seharusnya
Pimpinan Perusahaan jika digambarkan sebagai organ tubuh manusia syarafnya
saling berhubungan erat, jika bawahannya sakit matanya yang ada dikepala akan
menangis. Maka tidak akan tega melukai anak buahnya dengan nilai Dibawah
Standar karena satu organ tubuh dirinya pun akan merasakan sakitnya pula.
Apabila kejadian lebih
parah lagi kakinya terpotong akibat tergilas roda keretaapi akan teramat
kesakitan maka mulutnya meraung-raung, meminta pertolongan segera untuk dibawa
kerumah sakit, apabila orang beriman mulutnya mengucap istighfar mohon ampunan kepada
Tuhan YME sambil berupaya mengatasinya supaya segera mendapat pertolongan.
Gambaran tersebut artinya
sebagai Pimpinan segera berupaya untuk memulihkan kekecewaan jangan sampai anak
buahnya berlarut-larut merasa kecewa karena dinilai dibawah standar setiap
tahun kenaikan berkala.
Sebagai manusia akan
merasa kesakitan apabila disakiti maka janganlah menyakiti orang lain tanpa sebab
asal-muasalnya. Atasan yang sehat
jasmani-rohaninya, otomatis tidak akan melakukan perbuatan untuk melukai
perasaan hati bawahannya.
Dengan demikian sebagai
kepala di Perusahaan tidak akan tega bawahannya dinilai a (DS. Dibawah Standar),
tanpa alasan yang jelas, apalagi secara terus menerus setiap tahun kenaikan
berkala.
Sebagai kepala yang
taat asas dan punya rasa tanggungjawab tentu akan menyaring sudah tepatkah menilai
Dibawah Standar kepada bawahannya.
Itulah makna Kemanusiaan
yang wajib diamalkan oleh setiap anggota perusahaan, dimana setiap pegawai wajib
melaksanakan tugasnya sebagai warganegara dan pegawai dengan baik, setia dan
taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD. 1945, Negara, Pemerintah dan Perseroan.
Kesimpulannya jangan
sakiti orang lain, karena dirinya pun akan merasasakan sakit pula apabila
disakiti, itulah prinsip dalam kehidupan manusia beradab.
Dengan demikian tidak
ada alasan yang tepat untuk tidak peduli kepada bawahan, apalagi membencinya, agar
berimbang berkaitan dalam hal pekerjaan ada kewajiban memberi perintah dan
menerima perintah, supaya memahami perintahnya agar tidak terjadi miskomunikasi
yang berakibat fatal karena bekerja dilistrik berisiko tinggi.
Seharusnya saling
berkomunikasi dengan baik supaya dapat dicapai susana kerja yang kondusif,
nyaman demikianlah seharusnya suasana kerja dalam perusahaan.
Maka pernyataan Prinsip
potensi insani menjadi secara nyata diamalkan, seperti yang tertuang pada buku
panduan Budaya Perusahaan :
Mengakui hak-hak anggota
perusahaan, memberikan perlindungan kerja sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan
serta membangun komunikasi dua arah yang akrab antara unsure pimpinan dan
anggota perusahaan.
Jika terjadi diskriminasi
dalam penilaian karena kebencian, maka apa yang telah diperbuat oleh Atasan
kepada Bawahan adalah bukanlah melakukan pembinaan yang baik sebagaimana yang
diamanatkan Perusahaan, melainkan perbuatan semena-mena, arogan yang tidak bisa
ditolerir, atasan telah berlaku tiran, wajib mempertanggungjawabkannya apapun konsekwensinya,
tidak bisa melenggang begitu saja.
Wajib klarifikasi apa
penyebabnya agar semua orang mengetahui karena telah berbuat aniaya kepada
orang tak bersalah, Bawahan itu tak berdaya tidak mungkin serta merta secara
fisik melawan Atasannya, bisanya hanya geram didalam hati.
Fakta yang terjadi
sejak awal bekerja ada masalah hingga pensiun mengadukan permasahannya melalui
jalur internal tidak ada yang mempedulikannya. Bahkan sejak lahirnya Serikat
Pekerja yang wajib melakukan pembelaan hingga kini tidak meliriknya.
Bawahan mahluk lemah, mudah
dijajah, gampang dinjek layaknya rumput yang tumbuh sebatas dibawah telapak kaki.
Bawahan itu mitra
kerja, jika mampu disuruh apapun mau, Atasan dan Bawahan, merupakan komponen saling
melengkapi, satu kesatuan utuh yang masing2 mempunyai peran untuk dapat
berkreasi mengelola perusahaan menuju perusahaan bonafide.
Mungkinkah dalam pengelolaan
perusahaan tanpa jiwa kebersamaan, untuk saling bahu-membahu, antara Atasan dan
Bawahan, akan tercapai tujuannya.
Tanpa hal tersebut melainkan
yang terjadi adalah tirani, mau menang sendiri, merasa lebih hebat menjadi
berbuat semena-mena, mengabaikan peraturan yang ada.
Jika Atasan dan Bawahan
diibaratkan sebagai komponen motor, maka yang berada dibawah adalah roda, apabila
komponen tidak terhubung dengan baik apakah bisa berjalan motor tanpa roda,
dengan kondisi roda ban tanpa angin, bisakah motor berjalan sampai tujuan?
Maka apabila digambarkan
sebagai komponen motor seharusnyalah Atasan solid untuk saling melengkapi
supaya bisa mencapai tujuan.
PEMIMPIN YANG PEDULI:
Kami terkesan pikiran2
beliau Bapak Kuntoro Mangun Subroto saat menjadi Dirut PLN mensosialisasikan ke-Unit2
melalui vcd bahwa:
Anak buah anda adalah orang anda,
harus paling berterima
kasih, karena dialah yang membuat kita bisa bekerja dengan lebih baik.
Komunikatif sampaikanlah
pikiran-pikiran, berikanlah pengetahuan, berikanlah arahan-arahan kepada anak
buah anda,
Semua
pemimpin harus membuat anak buahnya pandai. Pemimpin yg baik itu, kalau membuat
anak buahnya lebih pandai daripada dirinya, jangan takut diganti sama anak buah
yg pandai, karena kalau anda menjadi pemimpin yg baik sedemikian, sehingga
lebih baik, karena mempunyai anak buah yg pandai, anda akan dipromosikan karena anda adalah pemimpin yg
baik.
Jadi jangan bodohi anak buah anda, tidak boleh ada sikap masa
bodoh di perusahaan ini.
........Kalau
ada mesin yg kotor siapapun bersihkanlah mesin itu, saya tidak ingin melihat
kantor2 yg kotor, saya tidak ingin melihat komputer yg berdebu, saya tidak
ingin melihat gudang yg kotor, tidak ada tempat yg kotor di perusahaan ini.
Karena kotor itu secara fisik adalah suatu hal yg awal sekali dimana kemudian
unjungnya nanti adalah pikiran yg kotor, jadi tidak boleh ada yg kotor
diperusahaan ini.
Demikian sebagai bawahan selama bekerja merasa dilindas
karirnya nilai a dalam waktu 7th dan 6th, (bisa dilihat pada biodata pegawai), upaya-upaya
mengadukan permasalahannya tidak ada jawaban maupun tindak lanjutnya, saat itu
di th. 2000 an merasa terharu dengan pernyataan Beliau bahwa: Anak buah anda adalah orang anda,
harus paling berterima
kasih, karena dialah yang membuat kita bisa bekerja dengan lebih baik......
... Jadi
jangan bodohi anak buah anda, tidak boleh ada sikap masa bodoh di perusahaan
ini.
........Kalau
ada mesin yg kotor siapapun bersihkanlah mesin itu, saya tidak ingin melihat
kantor2 yg kotor, saya tidak ingin melihat komputer yg berdebu, saya tidak
ingin melihat gudang yg kotor, tidak ada tempat yg kotor di perusahaan ini.
Karena kotor itu secara fisik adalah suatu hal yg awal sekali dimana kemudian
unjungnya nanti adalah pikiran yg kotor, jadi tidak boleh ada yg kotor
diperusahaan ini.
Selama bekerja baru mendengar
dan melihat vcd yang membuat hati ini lega mendapatkan pemimpin yang peduli
anak buah...
Berupaya bertahun-tahun untuk
menyampaikan masalah bahkan meminta pembelaan SP-PLN tidak digubris, dengan adanya berita di th
2000 an, tepatnya tanggal 13 Januari th.2000 Pemerintah
menunjuk Kuntoro Mangun Subroto sebagai Direktur Utama PT.PLN, pucuk pimpinan
baru PT.PLN
yg menggantikan pejabat lama Adisatria dikenal banyak kalangan sebagai figur
profesional yang bersih, disegani dan dinilai sukses memimpin beberapa BUMN
dimasa lalu. Terakhir dalam menangani
PT. Timah, meski dengan kebijakan PHK besar-besaran terhadap Karyawan
kelangsungan hidup PT. Timah berhasil dipertahankan.
Namun langkah yg diambil Kuntoro di PT.
Timah tampaknya menimbulkan kecemasan dikalangan Karyawan PT.PLN.
setelah melihat vcd
soaialisasi pandangan Dirut PT.PLN yang baru, perasaan
hati ini bangkit ada rasa gembira disertai harapan bisa dicapainya, kesejahteraan bagi karyawan bawahan.
menjadi sangat kecewa karena hanya menjabat seumur jagung, belum sempat
mengadukan permasalahan dengan harapan dapat dicapai solusinya.
Rupanya karyawan PLN benar2 takut kebijakannya ditantang kemampuannya untuk
bersaing menunjukan etika kerja, profesionalisme, peduli, sadar biaya,
pragmatik, komunikatif, apalagi diajak
memangkas koruptor2 yang merusak perusahaan ini. Rupanya belum siap untuk
melakukan itu semua.
Kami bawahan bangga bersyukur kedatangan pemimpin yang dikenal banyak
kalangan figur profesional, bersih, kami bawahan niatnya benar2 beriktikad
baik, jujur dan siap mendukung dengan semangat bekerja keras. Namun pupus
setelah beliau tidak lagi menjambat, permasalahan kami sampai kini kembali lagi
tidak ada yang menggubris.
Ingin bangkit rasanya,
tapi mendengar bembicaraan kanan kiri tampaknya tidak cerah, mendengar
pergantian Dirut baru...rupanya para karyawan takut kena PHK.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar