Sabtu, 18 Oktober 2025

DUGAAN KORUPSI DANA PENSIUN BUMN...



SURAT TERBUKA 
KEPADA YTH BAPAK PRABOWO SUBIYANTO
PRESIDEN REPUBLIK INDONESI..


Dengan Hormat, 
Dengan berpegang 

PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR  TH.1945
PREAMBULE

TEGA-TEGANYA DANA PENSIUN BUMN ...DIKORUPSI


CUPLIKAN VIDEO 1

PRESIDEN PRABOWO,
MEMOHON KPD TUHAN YME
SEBELUM DIPANGGIL OLEH TUHAN YME.
UNTUK DIBERI KESEMPATAN MEMBERI MAKAN ANAK-ANAK SELURUH INDONESIA.


CUPLIKAN VIDEO 2.

PRESIDEN PRABOWO SAJA KAGET..APALAGI KITA


CUPLIKAN VIDEO 3.

PRESIDEN PRABOWO BERTEKAD BRANTAS KORUPSI DAN KEMISKINAN


CUPLIKAN VIDEO 4.

PRESIDEN PRABOWO MENGAKU SERING DIEJEK 


CUPLIKAN VIDEO 5

PROGRAM BERSIH BERSIH BUMN..MENTERI BUMN, 
KEPALA BPKP 
DAN 
KEPALA KEJAKSAAN AGUNG


KESIMPULAN CUPLIKAN VIDEO TERSEBUT





Minggu, 05 Oktober 2025

TEGAKKAN HUKUM SEADIL-ADILNYA

SALING INGAT-MENGINGTAKAN, NASEHAT-MENASAHATI DALAM HAL KEBAIKAN UNTUK TAATI KEBENARAN TERUTAMA KEBENARAN AL-QUR'AN DAN HADIST 


Rabu, 28 Mei 2025

MENGUNGKAP KEBENARAN SANGAT DIANJURKAN WAJIB UNTUK DIUNGKAP

 

I. SCREEN RECORDER KISAH NYATA PERCAKAPAN PINJAMAN ONLINE KOPERASI PINJAMAN, 36 RB PENGIKUT 209 POSTINGAN 81 MENGIKUTI.



II. SCREEN RECORDER JEJAK PESAN PERCAKAPAN WhatsApp PERSYARATAN PENGAJUAN PINJAMAN. FOTO KTP, FOTO KK, FOTO BUKU TABUNGAN.



III. SCREEN RECORDER REKAM JEJAK PINJAMAN DIPENDING KARENA BELUM BAYAR ID PENCAIRAN



IV. DENGAN MODEL TRANSFER DULUAN UJUNGNYA TIDAK BERKELANJUTTAN KONTAK DIPUTUS SEPIHAK



V. HATI HATI PINJAMAN UANG KE PINJOL.









Rabu, 14 Mei 2025

 

KEPADA YTH: KADIV HUMAS POLRI

 

Dengan hormat,

 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Lengkap : Satori

Alamat Lengkap : Perumahan Grand Safira Blok A3 RT.013 / RW.004, Kalibagor, Banyumas.

 

Dengan ini menyampaikan laporan terkait dugaan tindakan penipuan pinjaman online yang mengatasnamakan Koperasi Amanah 1.

 

Kronologi Kejadian:

Pada tanggal 4 Maret 2025, saya melihat iklan pinjaman online melalui platform Instagram yang mengatasnamakan Koperasi Amanah 1.

Iklan tersebut meyakinkan karena mencantumkan informasi bahwa koperasi ini terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta memberikan detail yang transparan mengenai proses pengajuan pinjaman.

 

Informasi tersebut termasuk tabel pinjaman dengan rincian jumlah pinjaman Rp50.000.000,-,

jangka waktu 36 bulan, angsuran bulanan sebesar Rp1.472.222,-, dan biaya administrasi sebesar Rp924.000,- yang tertera dalam pesan WhatsApp.

 

Nomor kontak WhatsApp yang tertera adalah 0852 5821 2116.

 

Saya juga menerima informasi mengenai nama admin koperasi dan pemilik nomor rekening bank, serta alamat yang diklaim sebagai lokasi keuangan koperasi melalui WhatsApp.

 

Pada tanggal 5 Maret 2025, saya melakukan transfer biaya administrasi pengajuan pinjaman sebesar Rp924.000,- ke rekening Bank BRI atas nama Suryadin Bayu Usman, sesuai instruksi agar dapat dinyatakan sebagai anggota resmi koperasi.

Bukti transfer terlampir.

 

Setelah transfer biaya administrasi berhasil, saya diinformasikan oleh admin melalui WhatsApp bahwa saya diwajibkan membayar biaya "ID pencairan dana" sebesar 10% dari jumlah pinjaman, yaitu Rp5.000.000,-, dengan janji bahwa dana pinjaman akan cair dalam waktu 5 menit setelah pembayaran.

 

Pada tanggal 24 Maret 2025, saya kembali melakukan transfer sebesar Rp5.000.000,- untuk pembayaran "ID pencairan dana" ke rekening Bank BRI atas nama Suryadin Bayu Usman.

Namun, dana pinjaman tidak kunjung cair dalam waktu yang dijanjikan.

 

Setelah itu, saya dialihkan ke nomor WhatsApp lain, yaitu 0858 2384 3027, yang mengaku sebagai pihak yang bertugas mencairkan dana pinjaman.

 

Pihak ini meminta saya untuk mengirimkan foto kopi buku rekening yang menunjukkan saldo terakhir.

Setelah saya mengirimkan foto saldo rekening dengan jumlah Rp4.324.000,-, pihak tersebut menginstruksikan saya untuk mentransfer kembali seluruh saldo tersebut (Rp4.324.000,-) dengan alasan untuk digabungkan ke rekening "benda hara koperasi", dan hanya menyisakan saldo Rp50.000,- di rekening pribadi saya.

 

Pihak tersebut mengancam bahwa jika saya menolak untuk melakukan transfer sejumlah Rp4.324.000,- tersebut, maka pengajuan pinjaman saya akan dinyatakan hangus, dan seluruh uang yang telah saya transfer sebelumnya (biaya administrasi Rp924.000,- dan "ID pencairan dana" Rp5.000.000,-, total Rp5.924.000,-) tidak akan dikembalikan.

Karena merasa terancam dan takut kehilangan uang yang telah ditransfer, dengan terpaksa saya melakukan transfer ketiga sebesar Rp4.000.000,- (setelah melakukan negosiasi pengurangan dari Rp4.324.000,-) ke nomor rekening BRI yang sama atas nama SURYADIN BAYU USMAN.

 

Dengan kejadian ini, saya merasa telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan Koperasi Amanah 1.

 

Setelah uang berhasil masuk kerekening atas nama Suryadin Bayu Usman, sejumlah total Rp9.924.000,- (Rp924.000,- + Rp5.000.000,- + Rp4.000.000,-) dan tidak menerima pinjaman yang dijanjikan, kalau ingin pinjaman cair harus mentransfer lagi sejumlah Rp.5.570,000,- dengan alasan karena dianggap melakukan keterlambatan biaya bayar pajak, jika tidak bayar keterlambatan bayar pajak sejumlah Rp.5.570,000,- pinjaman tidak akan cair sampai sekarang belum berani melakukan pembayaran keterlambatan bayar pajak tsb karena saya pikir ini adalah bentuk penipuan yang pengajuan pinjamannya  tidak akan pernah terbukti cair..

 

Bersama surat ini, saya lampirkan bukti-bukti pendukung berupa:

Tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan nomor 0852 5821 2116 dan 0858 2384 3027.

 

Bukti transfer biaya administrasi sebesar Rp924.000,-.

Bukti transfer "ID pencairan dana" sebesar Rp5.000.000,-.

Bukti transfer dana sebesar Rp4.000.000,-.

Tangkapan layar iklan pinjaman dari Instagram (terlampir).

Foto kopi kartu identitas (KTP) saya.

Foto kopi buku rekening yang menunjukkan saldo terakhir (sesuai permintaan pihak penipu).

Saya memohon dengan hormat mendapat perlindungan Bapak/Ibu Aparat penegak hukum Polri, dapat segera melakukan investigasi terhadap akun dan pihak-pihak yang terlibat dalam praktik penipuan ini, serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi masyarakat dari praktik serupa di masa mendatang.

Saya juga memohon bantuan agar dana yang telah saya transfer dapat dikembalikan.

Atas perhatian dan tindak lanjut Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

 

Hormat saya,Satori

Tanggal: 15 April 2025 jumlah 3 kali trasfernya menjadi Rp.9.924.000,- yaitu :

1.       Biaya adminstrasi Rp.924.000,- 2.

2.       ID pencairan Rp.5.000.000,-3.

3.       Supaya bergabung dengan bendahara koperasi Rp.4.000.000,- total uang yang sudah ditransfer kepada admin koperasi sejumlah Rp.9.924.000,-.

 

Melalui surat ini permasalahan saya laporkan kepada Bapak/Ibu Aparat penegqak hukum Polri, karena sampai sekarang uang pinjaman Koperasi belum juga cair.

 

Demikian laporan pengaduan yang saya sampaikan, terutama sekali bagi kami orang awam untuk mendapatkan edukasi dan perlindungan sebagai sesama anak bangsa yang merasa diperlakukan tidak adil.

Dengan surat laporan pengaduan saya sampaikan pula, ucapan terima kasih yang tak terhingga.

 

NB. Terlampir 3 bukti transfer sejumlah Rp.9.924.000,- (sembilan juta sembilan ratus dua puluh empat ribu rupiah)

Dan screen recorder, obrolan percakapan pesan, sebagai pendukung laporan (chattingan wa.admin koperasi dengan calon peminjam dari tanggal 4 Maret 2025.)

 

 


Rabu, 23 April 2025

MERASA DIPERLAKUKAN TIDAK ADIL, BINGUNG HARUS KEMANA MENCARI KEADILAN.?

HUKUM PEMERINTAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD. 1945, 

PEMERINTAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA WAJIB PEDULI MELINDUNGI SEGENAP RAKYATNYA, YANG MENJADI KORBAN  JEBAKAN PINJOL, 

PROMOSINYA DIVIRALKAN MELALUI MEDSOS, MENGATAS NAMAKAN KOPERASI AMANAH SEBAGAI BANTUAN KEUANGAN MASYARAKAT, PENGIKUTNYA MENCAPAI 3000 LEBIH. 

PATUT DIDUGA DILAKUKAN ORANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB, DENGAN FRAMING BANTUAN KEUANGAN MASYARAKAT, MENAWARKAN PINJAMAN CEPAT, MUDAH, BUNGA RENDAH 0,2% TERDAFTAR DAN DIAWASI OJK. 

TERTERA JELAS BISA DIBACA TABELNYA, YAITU, PINJAMAN RP.50,000,000,- ANGSURAN TIAP BULAN RP.1.472,222,- BIAYA PENDAFTARAN  RP.924,000,-  (UNTUK PINJAMAN RP.45,000,000,-/RP.50,000,000,-) 

SETELAH CALON PEMINJAM MENDAFTAR  HARI RABU TGL 5 MARET 2025. JAM 19.17.02 DENGAN TRANSFER RP.924,000,-BERHASIL MASUK , KE REKENING PENERIMA ATAS NAMA SBU, 

PADA SAAT ITU JUGA DI INFORMASIKAN WAJIB MEMBAYAR ID PENCAIRAN RP.5.000.000,- JANGKA 5 MENIT PENGAJUAN PINJAMAN CAIR,

JIKA KEBERATAN TIDAK MAU MBAYAR, PENGAJUAN PINJAMANNYA DIANGGAP GAGAL UANG PENDAFTARAN RP.924,000,- TIDAK BISA DIKEMBALIKAN 

CALON PEMINJAM TERKEJUT MASALAHNYA, TIDAK DISAMPAIKAN SAAT SEBELUM BAYAR PENDAFTARAN, SUPAYA ADA KESEMPATAN BERFIKIR UNTUK MEMPERTIMBANGKANNYA MAU TERUS MENDAFTAR APA TIDAK,  KARENA RISIKONYA UANG SUDAH TERLANJUR MASUK TIDAK BISA KEMBALI...

DALAM HAL INI, CALON PEMINJAM MERASA KENA JEBAKAN BATMAN,  MAJU KENA MUNDUR KENA, JIKA MAJU KEMUNGKINAN BIAYA TAMBAH BESAR, 

JIKA MUNDUR UANG PENDAFTARAN RP.924,000,- HANGUS.

WALAU ADA KERAGUAN DENGAN JANJI ADMIN SETELAH BAYAR ID PENCAIRAN RP.5,000,000,- JANGKA 5 MENIT PINJAMAN CAIR, 

CALON PEMINJAM TETAP MEMBAYAR RP.5,000,000, PADA SENIN 24 MARET 2025 JAM. 17.13. 59. TRANSFER BERHASIL MASUK KE REKENING PENERIMA ATASNAMA S.B.U. NAMUN SETELAH BAYAR ID PENCAIRAN,  TERNYATA TIDAK TERBUKTI PINJAMANNYA DALAM JANGKA 5 MENIT CAIR. 

PADA HARI SELASA TGL 25 MARET  JAM 18.50. ADMIN MENGALIHKAN KE NO.WA. 085823843027, SEBAGAI YANG BERTUGAS MENCAIRKAN DANA PINJAMAN.

JAM. 18.52 MENANYAKAN KEPADA CALON PEMINJAM: APAKAH BETUL INI DATA ANDA PAK. . 

DIJAWAB HARI SELASA 25 MARET 2025, JAM. 18.56.YA BETUL INI DATA SAYA

ADMIN MENYATAKAN ADA KEWAJIBAN BAYAR ID PENCAIRAN RP.5,000,000,- SEHARUSNYA DIBERITAHUKAN, TERLEBIH DAHULU KEPADA CALON PEMINJAM

KARENA KEWAJIBAN,KALAU TIDAK BAYAR ID PENCAIRAN RP.5,000,000,- PENGAJUAN PINJAMAN GAGAL DAN UANG PENDAFTARAN YANG SUDAH MASUK MENJADI HANGUS. MENGAKIBATKAN CALON PEMINJAM SANGAT DIRUGIKAN.

DENGAN TERPAKSA HARUS BAYAR RP.5,000,000,- KARENA BERHARAP PERNYATAAN JANGKA 5 MENIT  PINJAMAN CAIR ITU NYATA.

=========================

PENYAMPAIAN AWAL KOPERASINYA : LAYANAN BANTUAN KEUANGAN MASYARAKAT.*

Persyaratan pengajuan pinjaman, FOTO KTP, FOTO KK, FOTO BUKU TABUNGAN, BIAYA PENDAFTARAN UNTUK CALON NASABAH RESMI.


TABEL PENGAJUAN JUMLAH PINJAMAN RP.50,000,000,-, ANGSURAN TIAP BULAN RP.1,472,222,-, LAMA ANGSURAN 36 BULAN DAN BIAYA PENDAFTARAN/ADMINISTRASI RP.924,000,-


MEMBUTUHKAN DANA PINJIOL WAJIB MENJADI NASABAH RESMI MENDAFTAR DENGAN BIAYA SEJUMLAH UANG, SETELAH MENDAFTAR TERKEJUT KARENA WAJIB MEMBAYAR ID PENCAIRAN DANA PINJAMAN 10% DARI JUMLAH PINJAMAN YANG DIAJUKAN

SUDAH TERLANJUR MASUK  MEMBAYAR BIAYA ADIMINISTRASI, SETELAH BAYAR MENJADI KECEWA. TERPAKSA HARUS MENURUTI PERMINTAANNYA. KALAU TIDAK MENUERTI BIAYA YANG SUDAH MASUK MENJADI HANGUS, 

AKAN TERUS LARUT YANG BISA BERAKIBAT KERUGIAN YANG LEBIH BESAR,

JIKA MUNDUR BIAYA YANG SUDAH MASUK MENJADI HANGUS 

KISAH MEMBUTUHKAN DANA MENDESAK DENGAN CARA PINJOL AKIBATNYA YANG DIDAPAT KERUGIAN SEJUMLAH UANG..  


 ================================

Penasaran saat melihat aplikasi dimedsos, banyak penawaran, pengajuan pinjaman berbentuk Koperasi mengaku legal terdaftar dan diawasi OJK.

Pilihan yang dirasa janggal, tidak diikuti, 

Satu pilihan yang dipilih diyakini benar benar amanah, bunga ringan,  terdaftar dan diawasi OJK,

Mulailah klik link , bio wa. me dengan nomor jelas seperti berikut ini.

Setelah klik lalu tersambung masuk pesan percakapan WhatsApp link akun wa. me


Menjelaskan tentang persyaratan pengajuan pinjaman.

Seperi berikut dibawah ini:

LAYANAN BANTUAN KEUANAGN MASYARAKAT
SEBELUM PENGAJUAN,
SILAHKAN BACA TERLEBIH DAHULU
KETERANGANNYA
AGAR TIDAK TERJADI
KESALAHAN NANTINYA



WhatsApp dibawahah ini. calon peminjam menyampaikan pengajuan pinjaman dana, 
sesuai tabel, yaitu pinjaman Rp.50.000.000,- lama angsuran 36 bulan. 
Angsuran tiap bulan Rp.1.472.222,-
Admin mempersilahkan untuk pembayaran biaya administrasi Rp.924.000,- dengan melakukan deposit melalui rekening Bank BRI atas nama Suryadin Bayu Usman

WhatsApp dibawah ini menunjukan bukti transfer berhasil,
Penerima Suryadin Bayu Usman total transaksi Rp.930,500,- untuk biaya administrasi nominal transfer Rp.924,000,-





WhatsApp dibawah obrolan mengenai pembayaran uang administrasi